Rabu, 19 Oktober 2011

Me Vs. Him

Hahahaha  . .
Sore ini lucu sekali ,
Saya perang dunia ketiga dengan tetangga!
‘’PERANG SPEAKER”

Saya tidak mau kalah..
Ya habisnya kan saya yg muterin musik duluan --..----‘
Awalnya sii ga pake speaker, tapi karena tiba2 warga sebelah ngidupin musik dengan volume lebih keras dan sangat menyiksa, ya saya jd ga mau kalah , orang yg perdana ngidupin musik itu saya! Lady’s first doonk!!  *warga sebelah saya adalah anak2 kostan cowok yang kuliah di salah satu universitas dekat rumah.

Niatnya sii pengen muterin lagu yang adem2 aja sore ini, sudah diawali sama naff- tetap berjalan . Tapi tiba-tibaaaaaa . urght!

Baeklaaaaaah,  Double Speaker !!!!!!
I’m playing moves like jager , he plays linkin park .

I turn Mr.simple , he plays lagu alay yang saya ga tau judulnya -.-‘

Dan lagi enak2nya denger Hey There Delilah .... "Mereka" muterin lagu minang ! #Plakk

Bla bla bla . . terjadilah peperangan selama sejam lebih .
Ga ada yang mau ngalah! Hahaha

Then i’m rolling I wanna go crazy – David Guetta, dan tau apa yg mereka puteriiiiin??? “AYAT KURSI”  #PLAK! perez!!!! Speechless , kalo udah itu ya saya terpaksa PAUSE . Hm ..
Kirain udah beralih ke lagu religi, ternyata habis itu mereka lanjuuuut , muterin lagu alay ga jelas! Hahaha parah gila! Saya juga lanjuttt I wanna go crazy , yeahh . .
Ibunda tersayang senyum-senyum dari pintu ngelihat saya perang macam Abg Labil gini dengan tetangga . Hahahaha. .
Oooo this is could be good life , good good life . .  yeahh :D

Senin, 17 Oktober 2011

Homesick! Siteba-Unand

Ya Tuhan.... saya hampir menangis di angkot. .

Tadi siang, ga tau kenapa tiba-tiba saya pengen cepetan pulang dan memeluk bundo.. (begitu panggilan saya kpd ibunda tercinta).
Homesick! padahal rumah saya cuma 1 jam (klo naik angkot) dari kampus.


*ga tau kenapa tiba2 muncul perasaan seperti ini, di atas angkot, dan saya hampir menangis.. hoho
dan tiba2 saya jd ingat lagu Disney Mother - I Want A Mom That'll Last Forever yang pernah disuggest teman saya. #skipskip


Ketika saya tidak perhatian dengan diri sendiri, beliaulah yang selalu meletakkan susu panas di atas "meja kerja" saya ..
malahan sering menyuapi saya ketika sedang belajar,
saya menolaknya, tapi saya juga menikmatinya :)
Beliaulah yang memperhatikan saya ketika sedang tidur,
Beliaulah yang saya temui pertama kali ketika bangun.
Beliau selalu mengerti saya, bagaimanapun keadaan saya.
Tapi rasanya saya sering sekali menyia-nyiakan kasih sayang itu..

sekarang..
saya jadi mengerti,
kenapa saya mesti capek2 bangun dan melihat matahari.
saya jadi tahu,
alasan saya untuk tidak sakit,
alasan untuk tetap sehat dan berhati2,
alasan untuk tetap hidup,
karena saya punya wanita luar biasa..
yang akan saya rawat dan saya jaga sekuat tenaga.
saya tidak mau kemampuan saya untuk bertahan hidup berkurang,
karena itu artinya saya mengurangi kasih sayang saya pada beliau, ibundaku tersayang.. :)

Minggu, 16 Oktober 2011

my heart's a stereo - gym class heroes

My heart's a stereo..
It beats for your, so listen close..
Hear my thoughts in every note.

Make me your radio,
Turn me up when you feel low
This melody was meant for you . 
Just sing along to my stereo.

haha . nice song ! :)

Selasa, 11 Oktober 2011

Demokrasi, Korupsi, dan Pembanguan ?

Masih mengenai demokrasi karena saya kebetulan sedang mempelajari beberapa artikel yang berhubungan dengan demokrasi.

Ada kenyataan dalam politik Indonesia bahwa demokratisasi yang berlangsung sejak 1 dasawarsa terakhir belum mampu mengurangi tingkat korupsi, malah seakan memperluas korupsi.

“Its nature, causes and functions” – Syed Husein Alatas.
Kenyataan bahwa korupsi sebagai pelicin, uang semir,  uang rokok yang melancarkan urusan perizinan di pemerintahan dan lembaga publik. Di negara berkembang, korupsi rumit karena banyak yang mengakui kontribusinya bagi pembangunan.

Namun, ada sebuah mitos tentang korupsi, Sri Mulyani pernah mengatakan bahwa pemberantasaan korupsi (anti-korupsi) yang terlalu agresif bisa mengganggu kinerja dan pertumbuhan ekonomi.  Sejumlah pejabat lokal, khususnya daerah menjadi  enggan mengambil keputusan yang dibutuhkan bagi pembangunan daerah dikarenakan kebijakan antikorupsi yang terlalu agresif. Akibatnya, pejabat lokal lebih suka menyimpan uang APBD dalam SBI maupun memutarnya di pasar modal daripada digulirkan dalam bentuk pembangunan.

Democracy and Poverty (case : Indonesia)

The previuos note show that there is positive relationship between democracy and economic development. The increasing in economic development should goes to the economic growth and welfare, then lead to reducing poverty.

If we see the democracy in Indonesia, it was expanded but the implication is not better than the expansion. In the New Era, we do not capable or we cant free to give a comment/ some opinion, there is limitation for the public to deliver their opinion. But in democracy, we have a right to give comment as the public have. However, we often forget that right and obligation should be equal, and other peoples also have their right.

Based on the theory, the anarchy led to corruption because of roving banditry while democracy do not. But in fact (indonesia as the case), democracy that was exist more than 1 decades in political Indonesia do not capable to reduce the evel of corruption in Indonesia, even seems to extend the corruption.

Democracy is a part of capitalism which has Gold Glory and Gospel as the targets. Its adopt free entreprise and there is competition, a rich people become richer and poor people become poorer since the citizen has significantly diferrent skill and opportunity to compete each other. Even the wage of unskill labor (poor people) increase, it will not increase greater than or as well as the wage of skill labor increase, so they are still poor in the real life.

The increasing in economic growth doesnt implies that there is increasing in welfare and income distribution. The main problem is there is no equality in skills and opportunities since the wages for skill labor and unskill labor is different. There is a gap or inequality income between a rich one and a poor one. That’s why poverty in Indonesia still not decline as well as economic growth increase.

Democracy And Economic Development

            The idea of democratic indices came from the academic community. Social scientists are testing the relationship between democracy and various political and economic outcomes. Some studies said that  democracies are less likely to fight each other and the spread of democracy makes the world safer.

            Numerous quantitative studies have found a positive relationship between democracy and economic development. Industrialization, urbanization, wealth, and education uder economic development are so closely with political correlate of democracy. The question is how to operationalize this concept.

            Democracy is a complex social and political phenomenon. Abraham Lincoln said,“Democracy is a government of the people, by the people, and for the people.”

            The individual in an economy need a secure government that respects individual rights. The individuals need their property and their contract rights protected from violation not only by other individuals in the private sector but also by the government as thye entity who has the greater power in the society.

            An economy will be able to reap all potential gains from investment and from long-term transaction only if it has a government that is believed to be both strong enough to last and inhibited from violating indiividual rights to property and rights to contract enforcement.  And it can be reached in a lasting democracy.

            The elections, competitiveness, and accountability do not make democracy complete. It is impossible to imagine modern democracy without such vital elements as political pluralism, human rights, civil liberties, a virgorous civil society and a political culture of tolerance, cooperation, and compromise.

Senin, 10 Oktober 2011

Cinta itu tidak terlihat..


Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis? ketika kita membayangkan?
"Itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat..

Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita,
kita bergabung dengannya dan terjatuh ke dalam suatu keanehan..
ini serupa dengan yang dinamakan cinta.

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru.

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis,
mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari
dan mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai
betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
 ketika dia tidak mempedulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.
ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu

Apabila cinta tidak berhasil, maka bebaskanlah dirimu,
biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi.
ingatlah bahwa kita mungkin menemukan cinta dan kehilangannya
Tapi ketika cinta itu mati, kita tidak perlu mati bersamanya. 

-Khalil gibran-

Sabtu, 08 Oktober 2011

Gifts or Curses - Yellowcard

Sepertinya banyak sesuatu unwritten yang saya simpan..
tiba-tiba lagu ini keputer ketika saya sedang belajar untuk persiapan midterm..
telat memang ngepostingnya, tapi, saya benar2 suka dengan cerita di lagu ini (disamping juga karena mrpkn bagian dari soundtrack Spiderman 2) ,gesekan biola yang mengiringi genre rock pada lagu ini bener2 menyentuh menurut saya :)


Mary belongs to the words of a song.
I try to be strong for her, try not to be wrong for her.
But she will not wait for me, anymore, anymore.
Why did I say all those things before? I was sure.

(She is the one), but I have a purpose,
(she is the one), and I have to fight this,
(she is the one), a villian I can”t knock down.

I see your face with every punch I take,
and every bone I break, it”s all for you.
And my worst pains are words I cannot say,
still I will always fight on for you.
Mary”s alive in the bright New York sky,
the city lights shine for her, above them I cry for her.
Everything”s small on the ground below, down below.
What if I fall, then where would I go, would she know?

(She is the one), all that I wanted,
(she is the one), and I will be haunted,
(she is the one), this gift is my curse for now.

I see your face with every punch I take,
and every bone I break, it”s all for you.
And my worst pains are words I cannot say,
Still I will always fight on for you.
Fight on for you …



ckckck.... sadiss.. Spidy terpaksa harus mengesampingkan perasaannya demi sebuah pekerjaan ..

"Wish You Were Here" Avril Lavigne

I can be tough I can be strong
But with you, it's not like that at all

There's a girl
who gives a shit
behind this wall
You've just walked through it

And I remember all those crazy things you said
You left them running through my head
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here.
All those crazy things we did
Didn't think about it, just went with it
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
here, here, here
I wish you were here.
Damn, Damn, Damn
What I'd do to have you
near, near, near
I wish you were here.

I love the way you are
It's who I am, don't have to try hard
We always say, say like it is
And the truth is that I really miss

All those crazy things you said
You left them running through my head
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here.
All those crazy things we did
Didn't think about it, just went with it
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

[Chorus:]
Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
here, here, here
I wish you were here.
Damn, Damn, Damn
What I'd do to have you
near, near, near
I wish you were here.

[Bridge:]
No, I don't wanna let go
I just wanna let you know
That I never wanna let go

(let go let go let go let go)

No, I don't wanna let go
I just wanna let you know
That I never wanna let go

(let go let go let go let go let go let go let go)

Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
here, here, here
I wish you were here (I wish you were)
Damn, Damn, Damn
What I'd do to have you
near, near, near
I wish you were here.

Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
here, here, here
I wish you were here.
Damn, Damn, Damn
What I'd do to have you
near, near, near
I wish you were here. 

Jumat, 07 Oktober 2011

Selamat tinggal mimpi indah :)

Ternyata hanya mimpi..
Mimpi indah dengan kemungkinan 0,1% menjadi kenyataan,
Jika sampai suatu ketika mimpi itu benar2 tidak akan menjadi kenyataan,
Setidaknya saya pernah bermimpi
dan itu menjadi bagian terindah dalam hidup saya..
Selamat tinggal mimpi indah :)

 Tapi.. saya tiba2 ingat yang mario teguh katakan
“Mimpikanlah sesuatu yang tidak mungkin”
.. yes i do :)

Pro Kontra Kenaikan Tarif Tol !

Akhirnya tartif tol dinaikan juga, seperti diketahui tepat pada pukul 00.00 WIB 7 Oktober 2011, PT Jasa Marga resmi menaikkan tarif tol sebesar 8-10 persen pada 11 ruas jalan tol di Jakarta . Sementara itu, ada dua ruas jalan tol yang tidak mengalami kenaikan yaitu ruas jalan tol menuju Bandara Soekarno Hatta dan ruas Jakarta-Cikampek.
Menurut Direktur Jasa Marga, Frans Sunito, menanggapi pro dan kontra kenaikan tarif tol, jasa Marga telah melakukan upaya perbaikan dalam upaya menyeimbangkan kenaikan tarif tol, jika perbaikan layanan tidak hanya dilakukan saat tarif tol akan dinaikkan. Kenaikan jalan tol itu dibutuhkan sebagai investasi. Itu semua ada dalam peraturan Undang-undang (UU). Kenaikan tarif ini, untuk investasi jangka panjang. Kenaikan tarif jalan tol sesuai Perjanjian Pengusaha Jalan Tol (PPJT) saat mulai menanamkan modalnya untuk pembangunan tol, investor harus punya kepastian karena investasi untuk satu ruas jalan bisa menelan setidaknya Rp2-3 triliun. Dimana waktu yang dibutuhkan untuk dana sebesar itu sekira 20-25 tahun untuk balik modal, itupun dengan keuntungan sedikit.
kenaikan tarif jalan tol itu secara otomotis dilakukan tiap dua tahun karena merujuk pada ketentuan undang-undang, peraturan pemerintah, serta kontrak perjanjian dalam penyelenggaraan jalan tol.  Dari data inflasi yang dihitung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 Agustus 2009-31 Juli 2011, maka besaran kenaikan tarif tol antara 7,58 persen dan 12,48 persen. Sesuai dengan data inflasi, kenaikan tarif terendah 7,58 persen di ruas tol di Bandung, sementara kenaikan tarif tol tertinggi 12,48 persen di Makassar, Sulawesi Selatan.
Di luar alasan tersebut, banyak masyarakat yang tidak setuju dengan kenaikan tarif jalan tol.
Pertama, kondisi infrastruktur jalan. Seharusnya jalan tol yang merupakan jalan berbayar yang mampu menyediakan kondisi jalan yang mulus dan tanpa kerusakan. 

Kedua, masih seringnya terjadi kejadian2 luar biasa di jalan tol seperti kecelakaan dengan penanganan yang masih lamban serta masih banyaknya kendaraan yang kelebihan muatan yang diperbolehkan masuk.
Ketiga, pelayanan di jalan tol yang masih kurang memadai. . Saat ini ruas tol yang ada maksimal hanya bisa melayani kendaraan dengan kecepatan rata-rata 60 kilometer per jam. Sisanya, bahkan lebih sering macet dibanding bebas hambatannya.
sampai saat ini pemerintah ataupun Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) juga tak pernah menyerahkan penilaian SPM (Standar Pelayanan Minimum) ruas-ruas tol. Jadi kita tidak  pernah tahu SPM-nya meningkat apa nggak? Standar pengukurannya seperti apa?
Itu yang menyebabkan masyarakat banyak yang kontra terhadap kenaikan tarif jalan tol.

Jadi sebaiknya tarif jalan tol naik apa tidak ya ?



Pemerintah seharusnya profesional dalam mengambil kebijakan, memberi keuntungan kepada investor tetapi tidak merugikan rakyat.

Hal lain yang seharusnya juga diperhatikan adalah jumlah kendaraan yang semakin bertambah akan menjadi bom waktu bagi mobilisasi khususnya di Jakarta dan sekitarnya. Selebar apapun jalan tol, tanpa adanya pembatasan kendaraan roda empat maka tetap saja bakalan macet.


Neoliberalime dan kemiskinan

Neoliberalisme dapat diartikan sebagai cara-cara untuk mengusahakan agar perdagangan antar bangsa menjadi lebih mudah. Maksudnya, mengusahakan barang-barang, sumber daya dan perusahaan-perusahaan lebih bebas bergerak, dalam upaya mendapatkan sumber daya yang lebih mudah, untuk memaksimalkan keuntungan dan efesiensi (free enterprise).
Neoliberalisme berlandaskan paham liberalisme dengan logika efisiensi. Salah satu dampaknya yaitu kesenjangan sosial, yang kaya makin kaya dan yang tidak mampu bersaing akan miskin.
Prinsip-prinsip dasar dari pelaksanaan neoliberalisme (Martinez dan Garcia, 1997):
1.   Aturan Pasar
Membebaskan perusahaan-perusahaan swasta dari setiap keterikatan yang dipaksakan pemerintah. Keterbukaan sebesar-besarnya atas perdagangan internasional dan investasi. Mengurangi upah buruh lewat pelemahan serikat buruh dan penghapusan hak-hak buruh. Tidak ada lagi kontrol harga, sepenuhnya kebebasan total dari gerak modal, barang dan jasa.
2.   Memotong Pengeluaran Publik untuk Pelayanan Sosial
Ini ditujukan seperti terhadap sektor pendidikan dan kesehatan, pengurangan anggaran untuk 'jaring pengaman' untuk orang miskin, dan sering juga pengurangan anggaran untuk infrastruktur publik, seperti jalan, jembatan, air bersih, ini juga guna mengurangi peran pemerintah. Di lain pihak mereka tidak menentang adanya subsidi dan manfaat pajak (tax benefits) untuk kalangan bisnis.
3.   Deregulasi
Mengurangi paraturan-peraturan dari pemerintah yang bisa mengurangi keuntungan pengusaha (swasta).
4.   Privatisasi
Menjual BUMN-BUMN di bidang barang dan jasa kepada investor swasta. Termasuk bank-bank, industri strategis, jalan raya, jalan tol, listrik, sekolah, rumah sakit, bahkan juga air minum. Selalu dengan alasan demi efisiensi yang lebih besar, yang nyatanya berakibat pada pemusatan kekayaan ke dalam sedikit orang dan membuat publik membayar lebih banyak.
5.   Menghapus Konsep Barang Publik
Menggantinya dengan “tanggungjawab individual”, yaitu menekankan rakyat miskin untuk mencari sendiri solusinya atas tidak tersedianya perawatan kesehatan, pendidikan, jaminan sosial dan lain-lain; dan menyalahkan mereka atas kemalasannya. 
Sekedar tambahan, ada beberapa program utama neoliberalisasi :

1. Privatisasi/Penjualan BUMN (Badan Usaha Milik Negara).
2. Pencabutan Subsidi Barang
Menurut kaum Neoliberalis, subsidi barang adalah penyakit. Oleh karena itu subsidi BBM, angkutan umum, air, dan sebagainya dihapuskan. Harga barang mengikuti harga pasar dunia sehingga harga barang terus meroket melebihi kenaikan penghasilan rakyat.
3. Penghapusan Layanan Publik
Pelayanan Publik oleh negara seperti pendidikan, kesehatan, transportasi dihapuskan. Diserahkan ke pihak swasta atau harganya meningkat sesuai harga “Pasar”.
Meski pendidikan dasar SD-SMP gratis (mungkin agar rakyat Indonesia bisa lulus SMP sehingga kalau jadi office boy atau kuli tidak bodoh-bodoh amat), namun untuk SMA dan Perguruan Tinggi Negeri biayanya sangat mahal. Uang masuk SMA Negeri sekitar rp 4-7 juta sementara SPP berkisar Rp 175 ribu-400 ribu/bulan. Melebihi biaya di perguruan tinggi swasta seperti BSI yang kurang dari rp 200 ribu/bulan. Untuk masuk PTN apalagi Fakultas Kedokteran bisa mencapai Rp 75-200 juta.
Kesehatan juga begitu. Banyak Rumah Sakit Pemerintah yang diprivatisasi. Operasi sederhana seperti operasi usus buntu mencapai rp 10 juta lebih. Padahal teman saya yang operasi gajinya tak jauh dari UMR.
Layanan Kesehatan gratis baru bisa didapat jika anda memenuhi kriteria miskin dan punya kartu Keluarga Miskin (GAKIN).
4. Pembangunan Bertumpu dengan Investor Asing dan Hutang Luar Negeri
Menurut kaum Neoliberalis, tidak mungkin pembangunan dilakukan tanpa hutang. 
Hutang dari Lembaga Neoliberalisme seperti IMF, World Bank, ADB, dan sebagainya justru jadi belenggu yang memaksa Indonesia menjual BUMN dan kekayaan alamnya.
Saat ini Rp 2.000 trilyun/tahun hasil kekayaan alam Indonesia tidak dapat dinikmati rakyat sehingga mayoritas rakyat Indonesia hidup melarat. Tapi justru oleh perusahaan asing yang merupakan kroni dari IMF dan World Bank.
Jika Indonesia mandiri, maka hutang luar negeri yang cuma Rp 1.600 trilyun itu bisa lunas dalam waktu kurang dari setahun.
5. Spekulasi Pasar Uang, Pasar Modal, dan Pasar Komoditas
Dari Rp 1.982 Trilyun perdagangan saham di BEI, hanya Rp 44,37 Trilyun masuk ke Sektor Riel (2,24%). Sementara 97% lebih tersedot untuk Spekulasi Saham.
Perdagangan valuta asing (valas) di Indonesia sekitar Rp 7.000 trilyun/tahun dan terus meningkat. Uang jadi lebih sebagai alat spekulasi ketimbang sebagai alat tukar.
sistem Neoliberalisme yang lebih mementingkan uang tersedot ke Spekulasi uang, saham, dan komoditas (meski barang, tapi dipermainkan hingga jatuh tempo selama 6 tahun) di Pasar Uang, Pasar Saham, dan Pasar Komoditas.

Kemiskinan yang terjadi dalam masyarakat kita kebanyakan adalah kemiskinan yang terjadi akibat kebijakan dan sistem ekonomi yang diterapkan pemerintah tidak mampu menyediakan atau mendorong terciptanya lapangan kerja yang layak dan memadai, jadi gejala kemiskinannya bersifat struktural. Menurut Soemardjan (1980) kemiskinan struktural adalah kemiskinan yang diderita oleh suatu golongan masyarakat yang karena struktur sosial masyarakat itu tidak dapat ikut menggunakan sumber-sumber pendapatan yang sebenarnya tersedia bagi mereka.
Prinsip ekonomi pasar bebas secara terang-terangan menolak campur tangan negara, dengan demikian pasar dengan bebas dikendalikan oleh pemilik modal. Sudah bisa diramalkan bahwa kelas bawah, kelompok miskin dan kaum buruh akan dieksploitasi dan nasibnya sangat tergantung kepada kekuasaan kelompok kapitalis
Peran negara sebagai regulator dihilangkan menjadi semata-mata penyedia infrastruktur bagi berputarnya roda-roda perekonomian. Pengeluaran negara untuk subsidi kebutuhan dasar masyarakat dipangkas seperti pendidikan, kesehatan, dan pertanian, menyebabkan beban yang ditanggung kelompok menengah-bawah semakin berat untuk dipikul.


Menurut saya, neoliberalisme saat ini berdampak negatif terhadap masyarakat Indonesia, angka pertumbuhan ekonomi yang meningkat belum bisa menjamin adanya peningkatan pula terhadap kesejahteraan rakyat, hal ini karena adanya income inequality. neoliberalisme yang dirasa hanya menguntungkan kalangan menengah ke atas atau orang-orang yang mampu bersaing di dalam perdagangan bebas, sehingga kesenjangan sosial semakin meningkat, yang kaya jadi semakin kaya dan yang miskin jadi semakin miskin.


http://infoindonesia.wordpress.com/2009/05/25/apa-itu-neoliberalisme/
http://elfitra.multiply.com/journal/item/13?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

Kamis, 06 Oktober 2011

8 Rahasia Hidup Steve Jobs

Pendiri Apple Inc, Steve Jobs, meninggal dunia di usia 56 tahun. Mantan CEO Apple yang dikenang sebagai salah satu CEO terbaik Amerika ini meninggal pada Rabu 5 Oktober 2011 setelah bertahun-tahun berperang melawan penyakit kanker dan sejumlah problem kesehatannya.


Jobs merupakan ikon era digital. Ia memulai ''kehidupan Silicon Valley' dengan mendirikan Apple bersama Steve Wozniak dari garasi rumahnya. Selama ini, pria berkacamata itu dikenal sebagai orang yang berhasil membangun Apple menjadi salah satu raksasa digital.

Tapi, tahukah Anda, ada sisi lain dari kehidupan Jobs yang mungkin belum Anda ketahui semuanya. Berikut sisi lain Jobs yang mungkin di antaranya bisa mengejutkan Anda seperti dikutip dari Hollyscoop:

1. Drop out sekolah. Seperti Mark Zuckerberg yang drop out dari sekolah dan membuat Facebook, Jobs juga putus sekolah. Jobs sempat kuliah di Reed College di Portland, Oregon tetapi drop out setelah enam bulan. Setahun kemudian ia mendirikan Apple.

2. Setelah putus sekolah, Jobs pergi ke India dan bereksperimen dengan obat kejiwaan LSD.

3. Steve Jobs seorang pengikut Budha. Dia sangat tertarik dan pernah berpikir untuk bergabung di sebuah biara dan menjadi seorang biarawan. Ia menikah dengan tradisi Budha oleh seorang biksu Zen yang juga guru spiritual pribadinya.

4. Ia mendirikan Pixar. Banyak orang tidak tahu bahwa pada 1986, Jobs membeli studio animasi, Pixar senilai US$5 juta dan memberikan tambahan dana US$5 juta untuk bereksperimen dengan animasi. Jobs juga menjadi salah satu orang yang bertanggung jawab untuk penjualan Pixar ke Disney hampir 20 tahun kemudian.

5. Jobs anak adopsi. Ia dilahirkan dari seorang ibu yang masih sekolah dan tidak menikah. Jobs kemudian diadopsi oleh pasangan Armenia, Paul dan Clara Hagopian. Pada 1990-an, ia memutuskan untuk melacak adiknya yang hilang dan akhirnya bertemu. Dan tidak mengejutkan, karena adiknya, Mona Simpson adalah seorang penulis sukses dan profesor di UCLA.

6. Jobs seorang playboy, sebelum ia menikahi istrinya, Laurene Powell pada 1991, ia sempat menjalin hubungan dengan beberapa artis Hollywood ternama pada saat itu. Sebut saja aktris Dianne Keaton dan Joan Baez. Dia juga memiliki anak dari seorang perempuan, Chrisann Brennan. Awalnya ia menolak anak tersebut. Namun, akhirnya ia mengakui sebagai ayah dari anak itu.

7. Jobs tidak makan daging. Dia sebenarnya adalah pescetarian, yang berarti mengonsumsi ikan, tapi tidak daging lain. Dia biasanya makan telur dan susu dan makanan vegetarian lainnya.

8. Dia pria super kaya. Jobs diperkirakan memiliki kekayaan sebesar US$8,3 miliar. Dia tercatat sebagai orang terkaya di urutan 39 versi Forbes untuk kategori Orang Terkaya di Amerika pada 2011. 





http://teknologi.vivanews.com/news/read/253364-delapan-rahasia-hidup-steve-jobs

Selasa, 04 Oktober 2011

"sing for absolution"

tiba-tiba malam ini keputer lagunya muse "Sing For Absolution" dan saya penasaran sama makna lagunya .

and i found .


lips are turning blue
a kiss that can't renew
I only dream of you
my beautiful
#bibir membiru (tanda sudah tiada)
#sebuah kecupan tak dapat memperbarui
#Aku hanya bisa memimpikanmu
#kekasihku

tiptoe to your room
a starlight in the gloom
I only dream of you
and you never knew
#saat melangkah di kamarmu
#ada sebuah cahaya bintang di kegelapan
#Aku hanya bisa memimpikanmu
#dan kau tak pernah tahu

sing for absolution
I will be singing
And falling from your grace
#menyanyi untuk pengampunan (do'a)
#Aku akan menyanyi
#Dan berserah atas karunia-Mu (Tuhan)

there's no where left to hide
in no one to confide
the truth burns deep inside
and will never die
#tak ada tempat untuk bersembunyi
#tak ada sosok yang bisa untuk mencurahkan isi hati (lagi)
#kebenaran ada dalam hati yang terdalam
#dan tak akan pernah musnah

our wrongs remain unrectified
and our souls won't be exhumed
#kesalahan2 kita belum diperbaiki
#dan jiwa/roh tidak akan kembali lagi (ke dunia)


Jadi lagu ini bercerita tentang pria yang sedang kehilangan sosok wanita (karena ada kata "
my beautiful") yang sangat berarti baginya, sayangnya di cerita si wanita telah meninggal. 

Sing For Absolution , Bernyanyi untuk memohon ampunan .
aseehh cadass .. dalem maknanya :')



source : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10444516

“How The Inequality Redistribution of Income Affect The Economic Growth and Welfare in Indonesia ?


 By : Suci Sabilly
Related to my lecturer about Redistribution of Income , i would like to make a paper about “How The Inequality Redistribution Of Income Affect The Economic Growth And Welfare” , and also i would like to expain what are the factors of inequality redistribution of income in Indonesia . but , before going to the case , i will introduce abou the theory of income redistribution first , how to measure whether the distribution is equal or disparities and all of the indicators .

Procovitch ever convey about the causes of  inequality (disparities) redistribution of income are population growth, rural urban development, and governance systems plutokratis nature. Some aspects that have been alleged by Procovits in 1955 was developed by Kuznets, and today is still known as Kuznets hypothesis, which caused controversy among researchers in other countries. This hypothesis states that the relationship between  rate of economic growth with disparities (inequal) redistribution of income is negative.  So, in the first stage of economic development will experience level disparities (inequal) redistribution of income gets worse,stable and eventually decrease . The reasons are the occurrence of
concentration of wealth at the top, less effective as a progressive tax,and the accumulation of capital ownership.

There are three general concept in order to measure whether the redistribution of income is equal or not, those are:
1.        1. the individual income distribution indicators.
2.       2. the Lorenz curve.
3.       3. the Gini coefficient.

Each of these indicators have relationships with each other. The further the Lorenz curve from the line diagonal the greater the income distribution inequality. So on the contrary, the Lorenz curve coincides with the diagonal line, more equitable income distribution.
As for the gini coefficient,the smaller the value, indicating a more equitable distribution. And the personal distribution of income or size distribution of income directly calculate the amount of income received by each individual or household. It is important to note that personal distribution only measure how much income received by someone, no matter from which source, whether it be interest savings or savings, operating income, debt, gift or inheritance. But the which the indicator Often use to measure the redistribution of income are Gini ratio and the World Bank criteria.

The problems of inequal (disparities) redistribution of income in Indonesia:

1. Size distribution of income
Revenue When viewed from the SUSENAS results using Gini coefficient, it will show that the distribution of income in urban areas in Java is worse than the regions outside Java, as well as regional rural areas of Java have high levels of income distribution is low when compared to regions outside of Java.

2. Urban-rural income disparities
According to the World Bank, Indonesia's development pattern shows an urban bias, that is development oriented to urban areas, with heavy pressure on the organized industrial sector, which is both a cause occurrence of disparities (inequal) redistribution of income that's worse in the future.
According to Michael Lipton, a British economist, urban bias often occurs in
developing countries like Indonesia where the allocation of resources
more priority in urban areas than the efficiency considerations. Again we note a dualistic explanation of economic theory about disparities occur (inequal) redistribution of income in these countries are flourish, first seen in the pattern of inequal
between urban and rural areas. Oshima explains this situation
(Disparities in the village is higher than in cities), as being unique. He
predict disparities (inequal) redistribution of income will be even wider if the development process rural areas will continue.


3.Regional income disparities
inequal in economic development between various regions in Indonesia and the distribution of natural resources does not cause uneven inequality in income distribution across regions in Indonesia in particular. A big disparities in redistribution of income or inequality economic and poverty are two major problems in many countries developing world, not least in Indonesia.
Trends in income distribution:
1. Gaps Town and Village
2. Regional Gaps
3. Interpersonal Gap
4. Gap Between Social Group

Poverty and income inequality are two different things. Poverty is associated with an absolute standard of living, while inequality of income associated with the relative living standards of the entire community.
Category inequality of income is determined by using criteria such as the following:
  high income inequality
 medium  income gap
  low income gap

gap’s problem has occurred and experienced by this nation since the colonial era. Over time, the disparities (inequal) in redistribution of income as has become tradition in the life of this nation. This followed starting from the first administration, from the Old Era until now, and The most serious problem is when the New Era was standing up .

In general, the factors of disparities (inequal) redistribution of income in Indonesia, Such as:
1. High population growth which results in lower income per capita.
2. Inflation in which money incomes increased but not followed proportionally by the increasing production of goods
3. Development of inter-regional inequality
4. Investment is very much in the project - the capital-intensive projects (capital
intensive), so the percentage of capital income from the additional property of
compared with the percentage of income derived from employment so that
unemployment increase.
5. The low social mobility.
6. The implementation of industrial policy which resulted in import substitution increase in price - the price of goods to protect the capitalist’s business.
7. The destruction of industry - handicraft industry people such as furniture, industrial,households, etc .

Starting from the income distribution disparities which then triggered the inequality of income as impact of poverty. it will be if the two very serious problems. The protracted and increasingly severe left, it will eventually political and social consequences that impact is negative.
Disparities related to the distribution of results such as income, wealth, consumption, and other dimensions of what is referred to as welfare. The concept of inequality must be distinguished from the concept of equity which refers to the distribution opportunity (opportunities), which covers aspects of economic, political, and social.

In the World Development Report 2006, World Bank (2006) argues that Inequality in access to economic opportunity and influence to economic development.
The problem which very close to the  poverty is Inequality or the gap between the poor and the rich. When the redistribution of resources from the rich to the poor inequal, aggregate saving rate in an economy also will likely declines, and capital accumulation
declines with economic growth, it means that welfare will also be reduced.

Conclusion:
-          According to Kuznet, the relationship between the level economic growth rate with disparities (inequal) redistribution of income can be negative. at the first stage of economic development will experience the level disparities of redistribution of income be worsen, and than be stable and eventually decrease. . The reason is the occurrence of concentration of wealth at the top, less effective as a progressive tax,
and the accumulation of capital ownership.

-          Based on the indicators (personal income, the Lorenz curve, Gini coefficient and the world bank's criteria), the redistribution of income in Indonesia still disparities. By using Gini coefficient, it will show that the distribution of income in  Java has a high rural income distribution gap when compared to regions outside of Java. Then, the allocation of resources more priority in urban areas, and also disparities in economic development between various regions in Indonesia and the distribution of natural resources are not equitable . that was the example of  inequality in income distribution across regions in Indonesia.

-          The definition of economic growth must be distinguished from the development of economy, economic growth is only one aspect of economic development that’s more emphasis on improving output aggregate.
living standards improved through the economic growth. But The disparities redistribution of income can reducing the economic growth and also the economic and social welfare. The problem which is very close to the poverty is the gap between the poor and the rich (inequality the savings will be decrease when the redistribution of income is diparities , and the amount of capital will be less . it means that there is reducing in investment . the economic growth is declining as the accumulation of capital declining . and  it lead to the worse off both of economic and social welfare .